Kebumen, aknyogya.ac.id – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktur Industri Aneka dan Industri Kecil dan Menengah, Kimia, Sandang dan Kerajinan yang diwakili salah satu mitra kerjanya, mengirim surat kepada Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta mengajukan permohonan untuk mengirimkan salah satu dosen dari prodi seni kriya untuk menjadi pengajar dalam kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis produksi dan kewirausahaan industri kecil kayu. Di UPTD Unit Balai Latihan Kerja, Jl. Kutoartjo No. 05, Pakisen, Kecamatan Selang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Pelatihan dan bimbingan teknis produksi dan kewirausahan industri kecil tersebut berlangsung pada tanggal 16 hingga 19 oktober 2023, dengan jumlah peserta 21 orang dan kegiatan tersebut fokus pada pemanfaatan limbah kayu. Drs Andono, M.Sn. salah satu dosen yang ditugaskan oleh Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta untuk mengajar pada pelatihan dan bimbingan teknik tersebut mengatakan bahwasanya kayu-kayu bekas tersebut diolah untuk dimanfaatkan kembali untuk dijadikan benda yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. “Tiga hari dalam pelatihan dan bimbingan teknik kali ini para peserta sudah bisa menghasilkan produk seperti jam dinding, kaca rias sebagai produk prototipe yang sudah bisa dilanjutkan untuk pengembangan yang lebih baik untuk kedepannya,” ujar Dosen Mata Kuliah Ornamen, singkat.
Disamping sebagai instruktur pada pelatihan dan bimbingan teknik ini, AKN Seni Budaya Yogyakarta sebagai sebuah lembaga Perguruan Tinggi Negeri dalam menugaskan dosennya salah satunya adalah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, “Dosen di AKN Seni dan Budaya Yogyakarta ini terikat dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, kegiatan yang saya lakukan ini ada kaitannya dengan darma ketiga yaitu pengabdian masyarakat. Dimana saya sebagai dosen melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai pengajar dalam kegiatan ini,” jelas Drs. Andono, M.Sn.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta pelatihan bahwasanya ia mengikuti pelatihan dan bimtek ini merupakan kali pertama yang dilakukan di Gedung Balai Latihan Kerja BLK Kabupaten Kebumen, dengan pendidikan mengolah limbah kayu. “Ilmu yang saya dapat mengolah limbah kayu bekas menjadi sesuatu yang mempunyai nilai seni dan nilai jual lebih dan saya bisa bertemu langsung dengan dosen ilmu kriya yang langsung mengajarkan kerajian kayu,” kata Saridan. Kamis, 19/10.
“Saya berterima kasih pada pak dosen Andono dan pihak-pihak terkait yang telah memberikan kesempatan mengikuti pelatihan, dan tentunya harapannya setelah mengikuti pelatihan ini bisa membuat usaha kerajian dan lanjut bisa memasarkan hasil pekerjaanya,” harap, warga Logede, Pejagoan, Kebumen.
Rochmad- AKN