Bantul,aknyogya.ac.id – Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta merupakan perguruan tinggi vokasi di bidang seni budaya Yogyakarta, yang berkonsetrasi pada tiga keilmuan yaitu Prodi Seni Tari, Prodi Seni Karawitan dan Prodi Seni Kriya Kulit. Kampus tersebut terletak di Jl. Parangtritis, Km 4,5, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Sungging Wayang Kulit merupakan salah satu disiplin keilmuan yang ada pada Program Studi Kriya Kulit di bidang mata kuliah teknik pewarnaan pada wayang kulit. UNESCO pada 7 November 2003 telah mengakui wayang kulit sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga.
Sahid Saptono, instruktur sungging wayang kulit AKN Senbud Yk saat ditemui tim media aknyogya.ac.id di ruang kerjanya menjelaskan bahwa, perbedaan wayang Yogyakarta dengan wayang Surakarta serta wayang Kedu ada pada prodo emas (warna emas-red dan) dan cindhe, dimana wayang Yogakarta lebih didominasi dengan warna emas. “Kesamaan yang hampir menyerupai antara wayang Surakarta, wayang Kedu dengan wayang Yogyakarta juga ada, salah satunya teknik bludiran, hanya ciri wayang Yogyakarta pada bludiran tetap menggunakan warna emas, bila wayang Surakarta dengan warna kuning biasa,” Jelas Sahid, Selasa, 5/12.
Pola menyungging wayang sendiri ada berbagai macam teknik salah satunya dengan memperhatikan karakter tokoh wayang kulit. Misalnya punokawan tokoh wayang yang diidentikkan sebagai rewang (pembantu-red) untuk teknik pewarnaan juga harus laras tidak harus dengan prodo emas. “Untuk sungging wayang sendiri menurut saya, memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi dan juga memerlukan teknik yang tepat untuk pemegangan kuas untuk pengolesan, sehingga menghasilkan warna yang sesuai dengan karakter tokoh wayang kulit yang kita sungging untuk mendapatkan karakter yang tepat,” ujar Singgih Catur Angga, mahasiswa prodi kriya angkatan X.
Peluang saat ini untuk pengembangan seni budaya sangat terbuka lebar, dengan banyaknya mahasiswa asing yang kuliah di sini untuk mempelajari dan mendalami seni dan budaya kita, kesempatan yang sama terutama bagi mahasiswa AKN Senbud Yk untuk tampil dan berkarya, sehingga ketika lulus nanti skill yang dimiliki sekaligus untuk pengembanggan seni budaya Yogyakarta.
Rochmad AKN