Cara Membuat Wayang Kulit Di AKN Seni Budaya Yogyakarta Di Ajari Dari Nol Hingga Mahir
Cara Membuat Wayang Kulit Di AKN Seni Budaya Yogyakarta Di Ajari Dari Nol Hingga Mahir
Oleh : Admin • 22 Maret 2024 • 250 Views

 

Bantul, aknyogya.ac.id – Seiring berkurangnya minat terhadap seni kriya kulit khususnya tatah sungging wayang kulit, Program Studi Kriya Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta dalam acara Laporan Karya Akhir Studi mahasiswanya mengadakan Sarasehan Budaya dan Workshop Tatah dan Sungging Wayang Kulit. Sabtu, 2/3. Berlangsung di Pendopo Gunung Kelir, Kerto Pleret, Bantul.

Kegiatan yang dihadiri oleh pelajar, remaja dan tokoh masyarakat serta pejabat Kalurahan Pleret tersebut diawali dengan dialog budaya dengan tema Melestraikan Wayang Kulit Asli Gagrak Yogyakarta, yang menghadirkan Mbah Sagio sebagai narasumber. Beliau adalah maestro tatah wayang kulit Yogyakarta. Beliau juga sebagai perawat wayang kulit pusaka di Kraton dan sebagai pengajar di AKN Seni Budaya Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, para peserta selain mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang wayang kulit, juga berkesempatan melihat demo tatah sungging wayang kulit gagrak Yogyakarta dan ikut mempraktekkannya.

Beberapa jenis gaya wayang kulit yang kita kenal yaitu wayang kulit Demak, wayang kulit gaya Kedu, wayang kulit Solo dan wayang kulit gagrak Yogyakarta sendiri. Awal dikenalnya wayang kulit gaya Yogyakarta itu bersamaan dengan berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1756. Yang waktu itu Sultan HB I dan Sultan HB II natah (membuat-red) sendiri wayang kulit tersebut dengan tokoh Janoko atau Kiai Jimat dan Ponco Resmi. “Wayang kulit tersebut hingga saat ini masih tersimpan di Gedong Pusaka di Keraton Yogyakart. Wayang kulit tersebut dikeluarkan dari gedong pusaka untuk diangin-anginkan hanya pada hari Selasa Kliwon. Dan tidak sembarangan orang yang bisa melihat wayang pusaka kraton tersebut,” ujar Sagio yang juga Abdi Dalem Kraton dengan gelar Mas Wedono Perwita Wiguna.

Lebih lanjut Sagio menambahkan, bahan kulit yang bagus adalah kulit kerbau yang didatangkan dari pesisir utara Pulau Jawa untuk bahan wayang. Kulit sapi dan kambing juga bisa namun kualitasnya kurang bagus. Biasanya wayang yang berbahan kulit sapi merupakan Wayang Ricikan, yaitu wayang kulit yang tidak pernah disimping (dijejer-red) mengingat kualitasnya rapuh gampang Ylumpring (kusut-red). Bila menggunakan metode lama yang pertama disiapkan untuk proses pembuatan wayang salah satunya dengan cara Nyoret (gambar-red), tetapi di era saat ini cukup mudah dengan adanya mesin fotocopy. “Namun mahasiswa di AKN Senbud Yk, untuk membuat wayang diajari dari awal, mulai dari menggambar tokoh wayang yang akan dibuatnya hingga cara mentransfer gambar tersebut ke bidang kulit yang akan ditatah,” imbuhnya, pada aknyogya.ac.id.

Sarasehan Budaya dan Workshop yang diadakan dalam rangka Laporan Karya Akhir Studi tersebut cukup memuaskan para peserta, didukung dengan antusiasme warga sekitar yang ingin mencoba tatah sungging pembuatan wayang, “Hingga waktu sudah mau clossing masih banyak warga terutama anak-anak yang ingin menyungging,” pungkas Ika Nur Alfiana Putra, mahasiswa prodi Kriya Kulit.

 

Rochmad AKN

 

   

 

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran