YOGYAKARTA - Direktur AKNSBY Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, M.Hum. melaksanakan kegiatan program Profesor Masuk Desa secara mandiri dan tidak dibiayai dari manapun. Program yang mengangkat tema "Menggali Seni Tradisi Tiada Henti 2026" ini mensinergikan dua kampus yaitu AKN Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSBY) dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pengabdian Masyarakat program Profesor Masuk Desa, pada 2026 ini telah memasuki tahun kedua. Program ini merupakan bagian dari kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai Profesor yang mendapatkan tunjangan kehormatan.
Kuswarsantyo menyebutkan, Profesor Masuk Desa ini sebenarnya merupakan janjinya pribadi. "Ketika saya dikukuhkan sebagai Guru Besar di UNY, ketika itu semua Guru Besar harus punya program yang bisa melekat pada pribadi dan berdampak terhadap masyarakat. Bukan spontan karena sudah saya rancang, saat pidato itu saya mengatakan akan membuat Profesor Masuk Desa," ungkapnya. "Nah programnya apa? Programnya yaitu mengimplementasikan nilai-nilai budaya Kejogjaan karena kita berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Khususnya untuk seni-seni kerakyatan yang selama ini memang bisa dikatakan masih punya daerah yang jarang tersentuh.
Oleh sebab itu Kuswarsantyo berkomitmen untuk melakukan program-program yang kegiatannya berjudul Menggali Seni Tradisi Tiada Henti. "Jadi ini adalah komitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada masyarakat di desa-desa khususnya yang sudah punya predikat rintisan desa budaya," tegas Kuswarsantyo. (Humas-AKNSenBud)