"Sanggita Praja": Tafsir Baru Vitalitas Budaya Rakyat dalam Perayaan Hari Tari Dunia 2026
Oleh : Admin • 07 Mei 2026 • 91 Views

YOGYAKARTA – Semarak perayaan Hari Tari Dunia di Yogyakarta kembali mencapai puncaknya melalui gelaran "Jogja Joged" yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026. Dalam ajang bergengsi yang bertempat di Pendopo SMK N 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta) tersebut, mahasiswi dari Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta turut mengambil panggung dan memukau penonton melalui sebuah karya yang sarat akan makna kolektif berjudul "Sanggita Praja". Keikutsertaan mereka bukan sekadar pementasan rutin, melainkan sebuah pernyataan seni tentang bagaimana tradisi kerakyatan mampu beradaptasi dan tetap relevan di era kekinian.

Karya tari "Sanggita Praja" ini lahir dari semangat atau spirit tari kerakyatan yang tumbuh subur di Yogyakarta, khususnya mengacu pada bentuk-bentuk tari seperti Badui, Montro, dan Jathilan. Dalam penampilannya, para penari mengolah dinamika gerak, ritme, pola lantai, hingga penggunaan properti dengan sangat apik. Setiap elemen tersebut dirajut untuk membangkitkan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi nafas dalam praktik kesenian rakyat, sekaligus menjadi representasi kuat dari identitas komunal masyarakat Yogyakarta yang menjunjung tinggi gotong royong dan keharmonisan.

Lebih dari sekadar merepresentasikan jejak tradisi masa lalu, "Sanggita Praja" hadir sebagai tafsir baru atas vitalitas budaya rakyat. Karya ini memposisikan seni tradisi sebagai energi kolektif yang tidak statis, melainkan terus bertransformasi dan menemukan bentuk ekspresi barunya dalam konteks zaman sekarang. Kehadiran mahasiswi AKN Seni dan Budaya Yogyakarta di Pendopo SMKI seolah mempertegas bahwa seni rakyat memiliki daya hidup yang luar biasa saat dikelola dengan kreativitas dan pemahaman mendalam terhadap akarnya.

“Suatu kebanggaan bagi saya dan pak otok selaku pencipta karya bisa diundangan dan diberikan kepercayaan untuk mewakili AKN Seni Budaya Yogyakarta pentas dalam acara Jogja Joged. Alhamdulilah mendapatkan respon positif dari penonton” ungkap Wisnu Dermawan.

Pementasan ini pun mendapat apresiasi hangat karena berhasil menyentuh sisi emosional penonton melalui energi yang meluap dari panggung. Melalui momentum Hari Tari Dunia ini, "Sanggita Praja" membuktikan bahwa warisan leluhur dapat menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas bagi generasi muda untuk terus berkarya. Perayaan ini pun ditutup dengan optimisme bahwa identitas budaya yang terepresentasi melalui gerak tari akan terus bersinar dan menjadi identitas kebanggaan yang tak lekang oleh waktu.(Humas-AKN SenBud)

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran