YOGYAKARTA – Ada yang berbeda dengan suasana Plaza Ambarrukmo pada Minggu, 17 Mei 2026. Pusat perbelanjaan modern ini menghadirkan pementasan ujian mata kuliah Koreografi oleh mahasiswa-mahasiswi Program Studi (Prodi) Tari Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta.
Pementasan di ruang publik ini bukan sekadar ujian akademis biasa, melainkan bentuk kerja sama langsung antara institusi dengan pihak mitra. Langkah berani ini sekaligus menjadi ajang bagi AKN Seni dan Budaya Yogyakarta untuk menawarkan produk kreatif mahasiswa berupa portofolio karya nyata kepada dunia industri.
Dalam pementasan ini, mahasiswa Prodi Tari menyajikan 5 karya tarian yang memukau pengunjung mal yang memadati area sekitar pameran buku. Kelima tarian tersebut merupakan hasil langsung dari proses pembelajaran mata kuliah Koreografi.
Mengambil inspirasi dari ragam tari kerakyatan yang tumbuh subur di wilayah Yogyakarta, para mahasiswa berhasil menggarap dan mengembangkannya kembali dengan komposisi gerak yang baru serta aransemen musik yang dinamis. Tepuk tangan riuh dari pengunjung umum yang hadir menjadi bukti bahwa seni tradisi hasil kreativitas mahasiswa ini mampu dinikmati oleh lintas generasi di ruang modern.
Selain menyuguhkan tontonan budaya yang berkualitas, momen ini juga menandai tonggak penting penguatan hubungan kelembagaan. Di sela-sela acara, dilaksanakan ceremonial penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dengan pihak mitra.
Melalui penandatanganan PKS ini, hubungan kerja sama ke depan akan semakin kuat dan terarah. Karya-karya yang ditampilkan oleh mahasiswa bertindak sebagai portofolio hidup (live portfolio) yang menunjukkan bahwa lulusan AKN Seni dan Budaya Yogyakarta siap bersaing dan berkontribusi nyata dalam industri kreatif dan pelestarian budaya.
Dengan suksesnya acara ini, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta kembali membuktikan komitmennya dalam memperpendek jarak antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan mitra industri, sekaligus mendekatkan seni tradisi ke tengah-tengah masyarakat urban. (Humas-AKNSenBud)