Kraton, Yogyakarta-Golek Ayun-Ayun merupakan jenis tarian klasik gaya Ngayogyakarta. Kerapkali dalam pementasannya tari Golek Ayun-Ayun diperuntukan menyambut tamu kehormatan. Dua gadis cantik yang tergabung dalam tarian Golek Ayun-Ayun mengawali pementasan pagelaran wayang wong kerja sama antara Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya Yogakarta dengan Kraton Ngayogkarta Hadiningrat dengan judul harjuna wiwawa Bertempat di Bangsal Sri Manganti, Rotowijayan, Kraton, Yogyakarta, Minggu, 4/9/22.
Dalam pagelaran wayang wong yang disutradarai oleh Drs Supriyanto, M.Sn., salah satu dosen AKN seni Budaya Yogkarta yang juga dosen seni tari ISI Solo itu merceritakan dinobatkannya Raden Harjuna sebagai raja di kerajaan Manik Antaya dengan gelar Prabu Galathi setelah berhasil mengalahkan dalam peperangannya terhadap Raja Winatakwaca dari kerajaan Ima Imantuka.
Konon ceritanya dengan diberangkatkannya seorang ksatria sejati yang bernama Bagawan Suciptaning atau lebih dikenal Harjuna oleh Bathara Guru untuk membasmi kejahatan angkara murka Prabu Wanatakwaca. Dalam perjalanannya, Raden Harjuna ditemani oleh Dewi Supraba. Dewi Supraba sendiri mempunyai inisitif membantu Harjuna untuk mencari tahu kelemahan Prabu Winatakwaca dengan berpura-pura menjadi istri Winatakwaca. Sesaat setelah mengetahui kelemahannya kemudian Raden Harjuna dan para dewa menyerang kerajaan Ima Imantuka. Dalam perangan tersebut Raja Winatakwaca berhasil dikalahkan oleh Harjuna.
Mariasole Nervegna salah satu penonton berkebangsaan Italia mengungkapkan kekagumannya pada gerakan para penari dan jalannya lakon dalam cerita wayang wong tersebut.
“Its very nice, its so beautiful”, ujarnya singkat.
Pagelaran sendratari golek ayun-ayun dan wayang wong tersebut berlangsung selama 2 hari, banyak penonton antusis dalam menyimak jalannya pementasan tersebut. Banyak penonton baik domestik maupun mancanegara.
Candy Paras Ismoyo salah satu mahasiswa AKN Seni Budaya Yogyakarta angkatan 9, sesaat setelah menyelesaikan pementasannya mengungkapkan kebanggaannya bisa tampil di bangsal Sri Manganti yang merupakan panggung kehormatan nan membanggakan, berkesempatan menampilkan tari golek ayun - ayun yang banyak para penontonnya dari luar negeri.
“Semoga bisa melestraikan budaya lebih baik lagi dengan maksimal lagi dan kedepannya lebih maju lagi. Semoga bisa tampil dalam pementasan — pementasan yang berikutnya”, terang belia alumni SMKI tersebut.
Rochmad-AKN